Aksi Perokok Sambil Berkendara Bikin Warga Kota Depok Geram, Minta Polisi Tindak Tegas

oleh -1445 Dilihat

Pengendara motor mengisap rokok elektrik saat melintasi Jalan Margonda Kota Depok. Perokok sambil berkendara bakal ditindak tegas. (Foto : Dok Arifal Radar Bogor)

Diskusi Depok – Warga Kota Depok kembali menyuarakan kekhawatiran mereka terkait maraknya pengendara sepeda motor yang merokok sambil berkendara. Fenomena ini, yang kerap ditemui di berbagai ruas jalan utama, dikhawatirkan semakin membahayakan keselamatan pengguna jalan lain seiring dimulainya Operasi Zebra Jaya 2025.

Dalam operasi yang digiatkan aparat kepolisian di wilayah Depok tersebut, masyarakat berharap aturan mengenai perilaku pengendara dapat diterapkan secara lebih ketat, termasuk terhadap pengendara yang merokok sambil memegang kendali sepeda motor. Aksi tersebut dinilai tidak hanya membahayakan diri pelaku, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan bagi orang di sekitarnya akibat paparan asap, abu, hingga bara rokok yang dapat beterbangan ke arah pengendara lain.

Agustini (36), warga Pancoran Mas, menjadi salah satu yang sering menjadi korban ketidaknyamanan dan risiko akibat perilaku tersebut. Ia mengaku berkali-kali melihat bara rokok nyaris mengenai wajahnya saat berkendara di belakang pengendara yang merokok. Bahkan, dalam satu kejadian, abu rokok pernah masuk ke matanya hingga membuatnya kehilangan konsentrasi di jalan.

Menurutnya, menegur para pelaku justru sering berujung pada perselisihan. Bukannya meminta maaf, sebagian pengendara merasa terganggu ketika ditegur dan malah memicu adu mulut di tengah jalan. Ia menilai kondisi ini semakin membuktikan bahwa penindakan tegas dari aparat merupakan satu-satunya cara efektif untuk memberikan efek jera.

“Di Depok ini banyak sekali yang merokok sambil naik motor. Pernah abu rokoknya kena mata saya, sakit sekali sampai saya hampir jatuh. Saya tegur baik-baik, malah ribut ujungnya. Tolong polisi bertindak tegas, jangan tunggu ada korban,” ujarnya penuh kesal.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga lainnya. Mereka menilai perilaku merokok sambil berkendara bukan hanya masalah etika, tetapi sudah menjadi ancaman keselamatan umum. Selain memicu gangguan konsentrasi, tangan pengendara yang memegang rokok cenderung tidak siap melakukan manuver mendadak ketika kondisi jalan berubah.

Tidak sedikit pula yang menyoroti dampak lebih luas dari perilaku ini. Bagi pengendara yang membawa anak kecil, paparan asap rokok di jalan raya adalah bentuk polusi yang tidak seharusnya diterima. Bare rokok yang terbawa angin dapat membakar pakaian atau mengenai kulit, sementara abu halus dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan.

Dengan adanya Operasi Zebra Jaya 2025, warga berharap tindakan preventif serta penegakan hukum dapat berjalan seimbang. Edukasi mengenai keselamatan berkendara diharapkan semakin ditingkatkan, khususnya terhadap perilaku-perilaku yang sering dianggap sepele namun memiliki risiko besar, termasuk merokok sambil mengendarai motor.

Sejumlah tokoh masyarakat juga meminta agar pemerintah kota bersama instansi terkait melakukan kampanye sadar keselamatan lalu lintas secara berkala. Program seperti pembagian brosur keselamatan, pemasangan spanduk larangan merokok saat berkendara, hingga edukasi melalui sekolah dan komunitas ojek dinilai dapat membantu menekan angka pelanggaran.

Warga Depok berharap Operasi Zebra Jaya tahun ini menjadi momentum untuk meningkatkan ketertiban dan keselamatan di jalan raya. Penertiban terhadap perokok sambil berkendara dianggap tidak hanya sebagai bentuk penegakan aturan, tetapi juga langkah penting untuk melindungi masyarakat dari potensi kecelakaan yang dapat terjadi kapan saja.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.