
Diskusi Depok – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok, Siti Barkah Hasanah, yang akrab disapa Cing Ikah, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan segera menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Posyandu, sebuah program yang disebut-sebut sebagai yang pertama di Indonesia.
Hal ini disampaikan Cing Ikah dalam sambutannya pada peringatan HUT ke-74 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Nasional dan HUT ke-40 IBI Cabang Kota Depok, yang digelar di Taman Alun-Alun Kota Depok, Kecamatan Cilodong, pada Sabtu (18/10/2025). Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat Pemkot Depok, anggota IBI, tenaga kesehatan, dan masyarakat setempat.
Dalam arahannya, Cing Ikah yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Depok, menekankan pentingnya pengembangan posyandu sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya terbatas pada pelayanan kesehatan. Ia menjelaskan bahwa posyandu ke depan akan menjadi pusat kegiatan masyarakat yang lintas bidang, mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu:
-
Kesehatan – pelayanan imunisasi, pemantauan tumbuh kembang anak, dan penyuluhan kesehatan keluarga.
-
Pendidikan – penguatan literasi anak dan keluarga, termasuk edukasi gizi dan perilaku hidup bersih.
-
Sosial – pemberdayaan warga melalui program kesejahteraan sosial, pendampingan lansia, dan kelompok disabilitas.
-
Perumahan rakyat – pemantauan kondisi hunian warga dan advokasi kebutuhan infrastruktur dasar.
-
Permukiman – pengelolaan lingkungan, kebersihan, dan keamanan wilayah.
-
Ketertiban dan keamanan – mendukung kegiatan poskamling, tanggap darurat bencana, dan koordinasi keamanan lingkungan.
“Posyandu ke depan tidak hanya menangani kesehatan saja, tapi juga enam Standar Pelayanan Minimal yang mencakup kesehatan, pendidikan, sosial, perumahan rakyat, permukiman, serta ketertiban dan keamanan. Dengan demikian, posyandu akan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang holistik,” jelas Cing Ikah.
Untuk mewujudkan konsep ini, Pemkot Depok tengah mempersiapkan pelaksanaan Musrenbang Posyandu, yang akan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat. Program ini diharapkan mampu memperkuat fungsi posyandu sebagai pusat pemberdayaan keluarga, sekaligus mendukung upaya pembangunan kota yang berfokus pada kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Insyaallah, bersama dr. Marry (Kepala Dinas Kesehatan) dan drg. Nessi (Kepala DP3AP2KB), kami sedang menyiapkan Musrenbang Posyandu, dan ini satu-satunya di Indonesia. Nantinya kami juga akan meminta masukan dari IBI, agar kegiatan ini benar-benar mampu membangun anak-anak yang sehat dan berkualitas di Kota Depok,” tambahnya.
Cing Ikah juga menekankan pentingnya peran bidan sebagai motor penggerak keberhasilan posyandu. Menurutnya, kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat akan memastikan setiap kegiatan posyandu dapat memberikan manfaat maksimal bagi keluarga dan anak-anak.
Dalam kesempatan yang sama, Cing Ikah menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada keluarga besar IBI Depok yang memasuki usia ke-40 tahun. Ia mengapresiasi dedikasi para bidan yang telah mengabdi dengan sepenuh hati, memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, dan turut berperan dalam pembangunan generasi masa depan.
“Teruslah berkarya dan mengabdi dengan hati. Insyaallah, kebaikan dan keberkahan akan selalu menyertai para bidan Depok. Semoga sinergi ini semakin memperkuat kualitas layanan posyandu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Cing Ikah.
Pelaksanaan Musrenbang Posyandu ini menjadi langkah inovatif pertama di Indonesia yang memadukan perencanaan pembangunan berbasis masyarakat dengan penguatan peran posyandu sebagai pusat layanan lintas sektor. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia dalam memperkuat pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga secara terpadu.







