Penataan Simpang GDC–KSU Depok: Upaya Pemkot Meningkatkan Keteraturan Lalu Lintas dan Infrastruktur Perkotaan
Diskusi Depok – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok tengah melaksanakan proyek penataan simpang Grand Depok City (GDC)–KSU di Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya. Proyek ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah kota untuk memperbaiki kualitas infrastruktur dan keteraturan transportasi perkotaan, khususnya di titik-titik kritis yang sering mengalami kepadatan lalu lintas pada jam-jam sibuk.
Kepala DPUPR Kota Depok, Citra Indah Yulianty, menyatakan bahwa pekerjaan proyek penataan simpang GDC–KSU telah dimulai sejak 4 November 2025 dan ditargetkan selesai pada 30 Desember 2025, dengan total durasi 57 hari kerja. Menurut Citra, proyek ini tidak hanya berfokus pada penataan jalan, tetapi juga meliputi pemasangan saluran drainase (U-ditch), penggalian, dan penataan pedestrian untuk memastikan simpang terlihat rapi dan aman bagi pengguna jalan.
“Ya, kami sedang menata simpang Jalan GDC dan Jalan KSU, termasuk saluran di lokasi tersebut. Tujuannya agar lebih rapi dan tidak terlihat semrawut. Kami berharap, setelah pekerjaan selesai, simpang ini bisa menjadi lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya saat ditemui di lokasi proyek, Kamis (4/12/2025).
Anggaran dan Progres Pembangunan
Dana yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai Rp4,5 miliar, bersumber dari APBD Kota Depok 2025, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur dasar, termasuk:
-
Penggalian saluran drainase agar air hujan dapat mengalir dengan lancar dan mengurangi genangan.
-
Pemasangan U-ditch di sekitar lingkaran simpang untuk memperkuat saluran air dan menahan sedimentasi.
-
Penataan pedestrian dan bahu jalan agar pengguna jalan kaki dan kendaraan dapat melintas dengan aman.
-
Pengecatan marka jalan dan rambu lalu lintas sementara, untuk membantu kelancaran arus lalu lintas selama proyek berlangsung.
Hingga laporan terakhir, progres proyek telah mencapai 20 persen, dengan pekerjaan fokus pada pemasangan U-ditch, penggalian saluran utama, dan persiapan struktur penahan air.
Dampak dan Tantangan Lapangan
Meskipun proyek ini memiliki manfaat jangka panjang, pekerjaan di lokasi kritis seperti simpang GDC–KSU menimbulkan tantangan bagi mobilitas masyarakat. Beberapa warga yang melintas sempat mengalami keterlambatan dan ketidaknyamanan akibat penutupan sebagian lajur jalan.
Citra menambahkan:
“Sejauh ini pekerjaan masih berjalan sesuai rencana. Kami memohon maaf kepada masyarakat yang melintas atas ketidaknyamanannya. Pekerjaan ini dilakukan demi pembangunan Kota Depok yang lebih baik dan tertata, sehingga manfaatnya akan dirasakan seluruh warga dalam jangka panjang.”
Menurutnya, proyek ini merupakan upaya terintegrasi pemerintah kota untuk:
-
Menata simpang kritis yang rawan macet, khususnya saat jam sibuk pagi dan sore.
-
Meningkatkan kapasitas drainase, guna menanggulangi genangan air ketika hujan lebat.
-
Memperindah kawasan perkotaan, sehingga citra Depok sebagai kota modern dan tertata semakin kuat.
-
Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, karena simpang yang tertata baik memudahkan distribusi barang dan jasa serta akses ke pusat perbelanjaan dan pemukiman.
Konteks Lebih Luas: Infrastruktur Perkotaan dan Keselamatan Publik
Simpang GDC–KSU merupakan salah satu titik yang strategis di Kota Depok karena menghubungkan area pemukiman, pusat perbelanjaan, perkantoran, dan institusi pendidikan. Kepadatan lalu lintas di titik ini sering menimbulkan kemacetan parah, terutama pada hari kerja. Dengan adanya penataan simpang, Pemkot Depok berharap arus lalu lintas menjadi lebih lancar dan mengurangi risiko kecelakaan.
Lebih jauh, proyek ini juga merupakan bagian dari program Revitalisasi Infrastruktur Perkotaan Depok, yang menitikberatkan pada:
-
Penataan jalur utama dan alternatif.
-
Perbaikan drainase dan sistem pengendalian banjir.
-
Penyediaan fasilitas pejalan kaki dan jalur sepeda.
-
Integrasi dengan transportasi publik, termasuk angkutan kota dan stasiun KRL.
Dengan demikian, proyek penataan simpang ini bukan sekadar perbaikan jalan, melainkan langkah strategis dalam membangun kota yang tertata, aman, nyaman, dan modern.
Respon Warga dan Harapan ke Depan
Sejumlah warga sekitar menyatakan dukungan terhadap proyek ini meskipun sempat mengalami gangguan mobilitas sementara. Menurut mereka, penataan simpang GDC–KSU akan memperbaiki kualitas hidup warga, memperlancar distribusi transportasi, dan meningkatkan kenyamanan lingkungan.
“Memang agak terganggu sementara, tapi kalau sudah selesai pasti sangat membantu, apalagi saat jam sibuk pagi dan sore. Jalan lebih tertata, air tidak menggenang, dan lebih aman untuk pejalan kaki,” ujar salah seorang warga Tirtajaya yang setiap hari melintas simpang tersebut.
Pemkot Depok juga menegaskan bahwa proyek-proyek seperti ini akan terus dikawal hingga selesai, agar manfaat jangka panjangnya maksimal. Dinas terkait akan melakukan pemantauan rutin dan memastikan pengerjaan sesuai standar keselamatan, kualitas, dan jadwal yang telah ditetapkan.
Kesimpulan: Penataan simpang GDC–KSU merupakan proyek strategis Kota Depok yang menyentuh banyak aspek, mulai dari keselamatan, kelancaran lalu lintas, penataan kota, hingga peningkatan kualitas hidup warga. Dengan dukungan masyarakat dan koordinasi lintas dinas, proyek ini diharapkan menjadi model penataan simpang perkotaan yang efektif dan berkelanjutan di Depok.





