
Diskusi Depok – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Jawa Barat, terus memperkuat upaya pencegahan paham radikal di lingkungan sekolah melalui penyelenggaraan Workshop Kebangsaan Pencegahan Terorisme di Lingkungan Pendidikan Kota Depok. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari strategi menyeluruh untuk membentuk karakter bangsa, meningkatkan integritas peserta didik, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini.
Kepala Disdik Kota Depok, Siti Chaerijah Aurijah, menyampaikan pada Jumat (29/11/2025) bahwa workshop ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga membekali para guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan dengan keterampilan praktis dalam menghadapi potensi penyebaran paham radikal, terutama di era digital saat ini.
“Workshop ini merupakan bagian dari penguatan karakter bangsa melalui pembentukan nilai, sikap, dan integritas peserta didik. Lingkungan pendidikan menjadi salah satu target utama penyebaran paham berbahaya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memberikan pemahaman yang benar dan membangun benteng kebangsaan yang kuat,” ujarnya.
Pentingnya Pencegahan Radikalisme di Sekolah
Siti Chaerijah menekankan bahwa kemajuan teknologi, khususnya internet dan media sosial, telah mengubah lanskap pendidikan sekaligus menghadirkan tantangan baru. Para pelajar, yang dikenal sebagai generasi digital native, semakin rentan terhadap paparan konten radikal yang dapat mengarah pada intoleransi, diskriminasi, dan bahkan kekerasan.
Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai lingkungan pembentukan karakter yang kritis, toleran, dan menghargai keberagaman. Dengan demikian, membangun kesadaran kebangsaan sejak dini menjadi langkah strategis untuk mencegah penyebaran paham radikal yang bisa merusak tatanan sosial dan keutuhan bangsa.
Strategi dan Materi Workshop
Workshop Kebangsaan Pencegahan Terorisme di Depok dirancang dengan metode interaktif yang melibatkan diskusi, simulasi, serta studi kasus. Materi yang diberikan mencakup:
-
Pemahaman Dasar Kebangsaan dan Pancasila
-
Menguatkan fondasi ideologi nasional sebagai pedoman moral dan etika bagi peserta didik.
-
-
Ciri dan Strategi Penyebaran Paham Radikal
-
Memberikan wawasan tentang bagaimana kelompok radikal menyasar lingkungan sekolah dan media digital untuk merekrut individu muda.
-
-
Pencegahan dan Intervensi Dini
-
Melatih guru dan tenaga kependidikan dalam mengenali tanda-tanda radikalisasi, serta strategi preventif yang bisa diterapkan di sekolah.
-
-
Penguatan Nilai Toleransi dan Keberagaman
-
Memperkenalkan kegiatan-kegiatan inklusif yang menumbuhkan empati, rasa saling menghargai, dan semangat kebangsaan.
-
Workshop ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, termasuk BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), kepolisian, pakar psikologi pendidikan, dan tokoh masyarakat, untuk memberikan perspektif holistik dalam pencegahan radikalisme.
Peran Guru dan Sekolah dalam Mencegah Radikalisme
Siti Chaerijah menegaskan bahwa guru adalah garda terdepan dalam membentuk karakter peserta didik. Mereka tidak hanya menyampaikan materi akademik, tetapi juga berperan sebagai mentor moral, pembimbing sosial, dan pengawas interaksi digital siswa.
“Guru adalah benteng pertama dalam membangun ketahanan terhadap pengaruh negatif. Mereka harus mampu mendeteksi gejala awal radikalisasi, membimbing siswa dengan pendekatan dialogis, dan membekali mereka dengan pemahaman kebangsaan yang kokoh,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program ini juga sangat bergantung pada dukungan orang tua, masyarakat, dan pemerintah daerah, sehingga tercipta sinergi yang kuat dalam mencetak generasi muda yang cerdas, toleran, dan patriotik.
Upaya Jangka Panjang: Membangun Ketahanan Bangsa
Pencegahan radikalisme di Depok bukan sekadar reaktif terhadap ancaman yang muncul, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ketahanan bangsa. Pendidikan yang memadukan akademik, karakter, dan kesadaran sosial diyakini menjadi landasan utama agar generasi muda mampu menghadapi berbagai tantangan global tanpa kehilangan identitas kebangsaan.
Disdik Kota Depok juga berencana menjadikan workshop ini rutin setiap tahun, dengan target perluasan cakupan hingga ke seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Selain itu, program pendampingan digital dan literasi media juga akan diperkuat untuk memberikan perlindungan terhadap paparan konten radikal melalui internet.
Pesan Penutup
Dengan pelaksanaan Workshop Kebangsaan Pencegahan Terorisme ini, Disdik Kota Depok berharap seluruh siswa, guru, dan warga sekolah memiliki kesadaran kritis, ketahanan karakter, dan kemampuan mengenali pengaruh negatif sejak dini. Kegiatan ini bukan hanya menegaskan komitmen pemerintah kota terhadap pendidikan berkualitas, tetapi juga menunjukkan bahwa membangun generasi tangguh dan berkarakter adalah tanggung jawab bersama, yang melibatkan sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat luas.
Siti Chaerijah menekankan:
“Dengan kesadaran kolektif dan penguatan nilai kebangsaan, kita dapat membentengi generasi muda dari paham yang merusak, sekaligus menumbuhkan semangat toleransi, persatuan, dan cinta tanah air yang menjadi fondasi kuat bangsa Indonesia.”





