Hujan Lebat Guyur Jakarta-Bekasi-Depok Hari Ini, Cek Peringatan BMKG

oleh -2366 Dilihat

BMKG: Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi, Jabodetabek Diguyur Hujan di Tengah Panas Terik

Warga beraktifitas saat banjir setinggi 60 cm menggenangi kawasan Pesing Koneng, Jakarta, Senin (27/2/2023). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Diskusi Depok — Cuaca panas terik masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, suhu udara di beberapa daerah mencapai kisaran ekstrem, bahkan menembus 38 derajat Celsius di wilayah Karanganyar, Jawa Tengah. Kondisi ini dipengaruhi oleh dominasi massa udara kering di lapisan atmosfer serta posisi semu matahari yang masih berada di sekitar selatan khatulistiwa.

Namun, di sisi lain, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai mengguyur sebagian wilayah Tanah Air, termasuk kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Fenomena ini menunjukkan adanya dinamika atmosfer kompleks di wilayah Indonesia, di mana pengaruh faktor global, regional, dan lokal saling bertemu.


Pengaruh Fenomena Atmosfer Global

BMKG menjelaskan bahwa peningkatan potensi hujan belakangan ini tidak lepas dari sejumlah fenomena atmosfer berskala luas, termasuk pola sirkulasi monsun Asia–Australia dan pengaruh siklon tropis di sekitar perairan Asia Timur.

Salah satu faktor yang cukup dominan adalah Siklon Tropis Fengshen, yang terpantau berada di Laut Cina Selatan, tepatnya di selatan Pulau Hainan. Siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum 45 knot (85 km/jam) dan tekanan udara minimum 994 hPa.
BMKG memprediksi bahwa dalam 24 jam sejak 22 Oktober 2025 pukul 19.00 WIB hingga 23 Oktober 2025 pukul 19.00 WIB, intensitas Fengshen akan menurun ke kategori rendah, sambil bergerak ke arah barat dan barat daya.

Meskipun tidak memberikan dampak langsung terhadap cuaca di Indonesia, keberadaan siklon ini menimbulkan dampak tidak langsung berupa peningkatan tinggi gelombang laut. BMKG mencatat adanya potensi gelombang laut kategori sedang (1,25–2,5 meter) di beberapa perairan, termasuk Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian utara, dan Selat Karimata bagian selatan.


Bibit Siklon Tropis 95S di Samudra Hindia

Selain Fengshen, BMKG juga memantau kemunculan Bibit Siklon Tropis 95S di wilayah Samudra Hindia barat Sumatra. Bibit siklon ini menunjukkan kecepatan angin maksimum sekitar 25 knot (46 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1005,2 hPa.
Dalam 24 jam ke depan, potensi bibit siklon ini berkembang menjadi siklon tropis kategori peluang rendah hingga sedang. Bila intensitasnya meningkat, bibit ini berpotensi memicu peningkatan awan hujan dan gelombang tinggi di sepanjang pesisir barat Sumatra serta Samudra Hindia bagian tengah.


Dampak di Wilayah Jabodetabek

BMKG mengimbau masyarakat Jabodetabek untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cukup ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Kombinasi udara panas siang hari dan potensi hujan intensitas tinggi pada sore hingga malam hari dapat menimbulkan cuaca tak menentu, seperti angin kencang, petir, hingga genangan air di beberapa titik rawan banjir.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG menambahkan bahwa kondisi semacam ini merupakan transisi menuju awal musim hujan di sebagian besar wilayah Jawa bagian barat. “Fluktuasi suhu yang tinggi di siang hari dan meningkatnya awan konvektif pada sore hari adalah indikasi peralihan musim yang harus diantisipasi,” ujarnya dalam keterangan resmi.

BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir dan nelayan agar memperhatikan peringatan dini gelombang laut tinggi, terutama bagi yang beraktivitas di perairan Laut Jawa, Natuna, dan Samudra Hindia barat Sumatra.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.