
Teknologi AI Dinilai Jadi Babak Baru Kemudahan Layanan Perpajakan, IKPI Depok Gelar Seminar PPL & Outing
Diskusi Depok – Ketua Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Depok, Hendra Damanik, menegaskan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) akan membuka babak baru dalam mempermudah layanan perpajakan, baik bagi konsultan pajak maupun wajib pajak. Hal tersebut disampaikan Hendra di hadapan puluhan peserta seminar Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PPL) & Outing IKPI Cabang Depok yang digelar di Citra Cikopo, Bogor, pada Minggu (23/11/2025).
Acara PPL & Outing ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 21–23 November 2025, dan menjadi agenda tahunan IKPI Cabang Depok. Menurut Hendra, kegiatan ini tidak hanya sebagai sarana peningkatan kompetensi profesional, tetapi juga sebagai forum memperluas wawasan, bertukar pikiran, mempererat tali silaturahmi, hingga memberikan ruang relaksasi bagi para peserta yang sehari-hari disibukkan dengan urusan administrasi perpajakan.
“Di hari pertama, kami mengadakan rapat anggota untuk mendengarkan masukan, kritik, serta saran sebagai bahan evaluasi sekaligus perencanaan program satu tahun ke depan,” ujar Hendra Damanik. Menurutnya, forum internal seperti ini penting untuk menjaga kualitas pelayanan konsultan pajak serta menyesuaikan strategi dengan regulasi terbaru Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Digitalisasi Administrasi Perpajakan Jadi Fokus
Hari kedua kegiatan difokuskan pada seminar PPL dengan tema besar digitalisasi administrasi perpajakan. Materi utama dibawakan oleh Agustina Mappadang, seorang praktisi pajak berpengalaman, yang menyampaikan materi berjudul: “Transformasi Layanan SPT Tahunan melalui Coretax: Strategi Menuju Pelaporan yang Lebih Akurat dan Terintegrasi.”
Hendra menekankan bahwa tema ini sangat relevan, mengingat Coretax kini menjadi fondasi baru dalam administrasi perpajakan DJP. “Dengan adanya Coretax, proses pelaporan SPT Tahunan semakin akurat dan terintegrasi. Ditambah lagi, integrasi AI akan mempermudah identifikasi data, validasi laporan, serta mengurangi kesalahan manusia dalam proses administrasi,” ujarnya.
Seminar tersebut juga membahas berbagai aspek penting, mulai dari pemanfaatan sistem informasi pajak berbasis AI, implementasi Coretax dalam skala nasional, hingga strategi adaptasi konsultan pajak menghadapi perubahan digital yang cepat. Para peserta aktif berdiskusi, bertanya, dan membagikan pengalaman langsung dalam menangani klien serta proses pelaporan SPT Tahunan.
Outing sebagai Wadah Relaksasi dan Networking
Selain kegiatan formal, PPL & Outing IKPI Cabang Depok juga menekankan pentingnya keseimbangan antara profesionalisme dan relaksasi. Di hari terakhir, peserta mengikuti berbagai aktivitas outdoor seperti team building, fun games, serta sesi networking santai yang dirancang untuk memperkuat hubungan antaranggota. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para konsultan pajak untuk saling bertukar pengalaman, membangun jejaring profesional, serta mempererat rasa kekeluargaan di antara anggota IKPI.
Hendra menambahkan bahwa teknologi AI, selain meningkatkan efisiensi administrasi perpajakan, juga membuka peluang inovasi baru bagi konsultan pajak. Misalnya, AI dapat digunakan untuk prediksi risiko, analisis data wajib pajak, hingga penyusunan strategi tax planning yang lebih efektif. “Kita berada di era transformasi digital. Konsultan pajak harus mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan layanan sekaligus menjaga integritas dan kepatuhan perpajakan klien,” tegasnya.
Kegiatan PPL & Outing IKPI Depok ini ditutup dengan sesi refleksi dan evaluasi program. Para peserta sepakat bahwa kegiatan tahunan seperti ini bukan sekadar forum belajar, tetapi juga wadah memperkuat profesionalisme, membangun jejaring, dan menyiapkan konsultan pajak menghadapi tantangan digitalisasi yang semakin kompleks.
Dengan digelarnya seminar dan outing ini, IKPI Cabang Depok menunjukkan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam adaptasi teknologi digital di dunia perpajakan, sekaligus mendorong terciptanya pelayanan yang lebih efisien, akurat, dan ramah bagi seluruh wajib pajak di Indonesia.





