Diskusi Depok – Menteri Sosial Republik Indonesia meninjau langsung warga terdampak banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sebagai bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal serta bantuan sosial tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran.
Dalam kunjungan itu, Mensos didampingi oleh jajaran pemerintah daerah, aparat TNI-Polri, serta petugas Tagana dan relawan kebencanaan.
Pastikan Kondisi Warga dan Pengungsi
Mensos menyambangi sejumlah lokasi pengungsian yang dihuni warga terdampak banjir. Di lokasi tersebut, Mensos berdialog langsung dengan para pengungsi untuk mendengar keluhan dan kebutuhan mendesak yang mereka alami, mulai dari kebutuhan pangan, kesehatan, hingga fasilitas tempat tinggal sementara.
Mensos menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi dan membantu warganya.
“Kami ingin memastikan masyarakat dalam kondisi aman, kebutuhan dasar terpenuhi, dan pelayanan berjalan dengan baik,” ujar Mensos di sela-sela kunjungan.
Salurkan Bantuan Logistik dan Layanan Sosial
Selain meninjau lokasi pengungsian, Mensos juga menyerahkan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok, makanan siap saji, selimut, matras, perlengkapan bayi, serta kebutuhan khusus bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Dinas Sosial setempat dan relawan Tagana yang sejak awal telah berada di lapangan membantu proses evakuasi dan penanganan korban banjir.
Mensos memastikan bahwa stok logistik di gudang Kementerian Sosial dalam kondisi aman dan siap disalurkan kapan pun dibutuhkan.

Baca juga: Ini Daftar Bantuan dari Kemensos Bagi Warga Terdampak Bencana di Sumatera
Apresiasi Peran Pemerintah Daerah dan Relawan
Dalam kesempatan itu, Mensos memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, relawan, serta aparat TNI-Polri yang telah bergerak cepat menangani dampak banjir. Koordinasi lintas sektor dinilai sangat penting untuk mempercepat penanganan bencana dan meminimalkan risiko lanjutan bagi masyarakat.
Mensos juga meminta agar pendataan warga terdampak dilakukan secara akurat agar penyaluran bantuan dan program pemulihan pascabencana dapat berjalan tepat sasaran.
Fokus Pemulihan Pascabanjir
Tidak hanya pada fase tanggap darurat, Mensos menegaskan bahwa pemerintah juga menaruh perhatian besar pada pemulihan pascabanjir. Kementerian Sosial akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan program rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk bantuan rumah rusak serta pemulihan mata pencaharian warga.
“Setelah air surut, kita harus segera masuk ke tahap pemulihan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal,” kata Mensos.
Imbauan Waspada Banjir Susulan
Mensos juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi. Warga diminta mengikuti arahan petugas dan tidak memaksakan diri kembali ke rumah jika kondisi belum dinyatakan aman.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diminta terus melakukan pemantauan debit air sungai dan kesiapsiagaan di wilayah rawan banjir.
Komitmen Negara Hadir di Tengah Bencana
Kunjungan Mensos ke Kabupaten Banjar menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam hadir di tengah masyarakat saat bencana. Diharapkan, bantuan dan perhatian yang diberikan dapat meringankan beban warga terdampak serta mempercepat proses pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan perlindungan dan bantuan yang layak.





