DKUM Depok Perkuat Koperasi Merah Putih, Salurkan Dana Hibah Rp30 Juta per Koperasi

oleh -2070 Dilihat

Pemkot Depok Perkuat Koperasi Merah Putih, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Lewat Dana Hibah dan Digitalisasi UMKM

Diskusi Depok — Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perekonomian berbasis masyarakat. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Koperasi Merah Putih (KMP) se-Kota Depok, yang digelar di Gedung BJB Jalan Margonda, Kamis (22/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari itu dihadiri oleh Kepala DKUM Kota Depok Mohammad Tamrin, Kepala Cabang Bank BJB Kota Depok, serta puluhan pengurus koperasi Merah Putih dari seluruh kelurahan. Mereka terdiri dari unsur ketua, sekretaris, dan bendahara koperasi yang datang untuk mengikuti pelatihan dan pendampingan teknis.
Acara juga menghadirkan dua narasumber dari kalangan akademisi dan perbankan yang membahas strategi pengelolaan keuangan koperasi, inovasi usaha berbasis digital, serta peluang kemitraan melalui program Agen BJB.

Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan

Dalam sambutannya, Mohammad Tamrin menegaskan bahwa koperasi merupakan tulang punggung ekonomi kerakyatan di Depok, dan program Koperasi Merah Putih adalah upaya pemerintah untuk menumbuhkan semangat kemandirian ekonomi dari tingkat paling bawah.

“Hari ini kami melakukan penguatan kepada seluruh pengurus Koperasi Merah Putih. Dari 63 koperasi yang sudah terbentuk, baru sekitar 24 koperasi yang telah beroperasi secara aktif. Sisanya masih dalam proses penyelesaian administrasi dan pencairan dana hibah,” ujar Tamrin di hadapan peserta.

Ia menjelaskan bahwa setiap koperasi akan menerima dana hibah sebesar Rp30 juta, dengan rincian Rp15 juta untuk kegiatan operasional dan Rp15 juta untuk pengadaan sarana prasarana seperti komputer, perangkat kasir, dan perlengkapan penunjang lainnya.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi stimulus awal agar koperasi bisa berfungsi secara efektif, baik dalam kegiatan simpan pinjam, perdagangan barang kebutuhan pokok, maupun jasa keuangan berbasis komunitas.

“Koperasi yang sudah berjalan dapat segera membuka unit usaha nyata, seperti toko sembako, warung serba ada, atau menjadi agen BJB. Kalau sudah aktif, masyarakat pasti tertarik untuk bergabung. Yang paling penting adalah niat dan kemauan,” tambahnya.

Tamrin juga menekankan pentingnya koperasi menjadi wadah ekonomi yang tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga membangun solidaritas sosial dan kesejahteraan kolektif. Melalui program Merah Putih, pemerintah ingin menghadirkan koperasi yang mandiri, transparan, dan berkelanjutan.

Transformasi Digital dan Kemitraan Perbankan

Sementara itu, Kepala Cabang BJB Kota Depok menyampaikan bahwa BJB siap berkolaborasi dengan koperasi-koperasi binaan Pemkot Depok, khususnya dalam memberikan pelatihan pengelolaan keuangan digital dan membuka peluang menjadi Agen Laku Pandai BJB.
Program ini memungkinkan koperasi melayani transaksi perbankan sederhana seperti pembayaran listrik, air, top-up e-wallet, hingga transfer dana antarbank.

“Kami ingin koperasi di Depok tidak hanya berperan dalam perdagangan lokal, tetapi juga menjadi simpul ekonomi digital. Melalui kemitraan ini, koperasi dapat menambah pendapatan dan memperluas jangkauan layanan keuangan masyarakat,” ujar perwakilan BJB dalam paparannya.

Langkah ini dinilai sejalan dengan visi Pemkot Depok untuk mendorong transformasi ekonomi masyarakat melalui inklusi keuangan dan digitalisasi UMKM.

Dana Hibah dan Dukungan Pemerintah

Selain penguatan kelembagaan, kegiatan tersebut juga menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan program hibah yang diberikan DKUM pada tahun 2025. Dana hibah sebesar Rp30 juta per koperasi tidak hanya difokuskan pada bantuan modal, tetapi juga diarahkan untuk penguatan tata kelola dan manajemen organisasi koperasi.

Tamrin menjelaskan, koperasi yang telah menerima hibah diharapkan mampu melaksanakan laporan pertanggungjawaban secara tertib, transparan, dan sesuai aturan. “Kami tidak ingin koperasi hanya menerima bantuan, tetapi harus bisa mempertanggungjawabkannya secara profesional,” katanya.

Ia menambahkan, Pemkot Depok melalui DKUM juga telah menyiapkan program pendampingan lanjutan bagi koperasi yang sudah aktif, termasuk pelatihan pencatatan keuangan digital, manajemen stok barang, dan strategi pemasaran daring.

“Kami ingin koperasi Depok naik kelas, bukan hanya bertahan. Dengan digitalisasi, koperasi bisa bersaing dengan toko modern tanpa kehilangan nilai kebersamaan dan gotong royong,” tuturnya.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.