DEPOK – Provokasi Warga Bakar Mako Sebanyak 17 orang pemuda ditangkap oleh Satuan Latihan (Satlat) Brimob di Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (30/8/2025) malam.
Para pemuda ini ditangkap karena melakukan provokasi untuk membakar Markas Komando (Mako) Brimob Satlat Brimob Cikeas.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, mengatakan 17 pemuda ini ditangkap di berbagai lokasi di Kabupaten Bogor pada Sabtu (30/8/2025).
“Tadi malam personel Satwas Satlat Brimob Cikeas melakukan kegiatan pengamanan Mako dan juga melakukan kegiatan patroli,” kata AKBP Wikha dalan konferensi pers di Mako Polres Bogor, Cibinong, Jawa Barat, pada Minggu (31/8/2025) malam.
Dalam patroli ini, tim berhasil mengamankan 17 orang terduga pelaku yang melakukan provokasi dan ajakan untuk menyerang Mako Satlat Brimob Cikeas.
Baca Juga : Rusuh, Massa Kembali Serang Aparat di sekitar Polres Metro Bekasi Kota dengan Bom Molotov

“Tadi malam kami dari Polres Bogor mengirim tim yang dipimpin langsung Kasat Reskrim untuk menerima penyerahan ke-17 orang tersebut,” jelasnya.
Setelah dilaksanakan penyelidikan dan pendalaman, untuk sementara empat orang ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan 13 orang lainnya masih dalam tahap pendidikan.
“Tersangka berinisial M asal Tangerang Selatan, serta AS, M, dan TP dari Kabupaten Bogor,” jelas AKBP Wikha.
Dia menjelaskan empat orang ini ditetapkan tersangka karena salah satu orang mencatut nama anak anggota TNI yang bertugas di Jakarta.
“Saat tertangkap oleh personil dari Satlat Brimob Cikeas, tersangka M membuat pengakuan diperintah oleh B yang merupakan anak dari personil TNI yang bertugas di Jakarta,” tutur AKBP Wikha.
Pengakuan ini, lanjut dia, tersebar di media sosial yang kemudian menjadi viral.
“M mengaku diperintah B untuk melakukan penyerangan terhadap Mako Brimob Cikeas,” ucapnya.
Namun saat dikonfrontasi langsung ke personel TNI dan anaknya (B), ternyata pengakuan pelaku tidak benar.
“Jadi dapat disimpulkan bahwa niat untuk menyerang Markas Brimob Cikeas itu murni atas inisiatif dari M sendiri setelah menerima pesan berantai, bukan atas perintah dari B yang merupakan anak dari personel TNI tersebut,” tandas AKBP Wikha.






