Ruas Jalan di Depok Kerap Tergenang, Wali Kota: Jalan yang Beririsan Sungai Memang Rawan Banjir

oleh -1149 Dilihat

Wali Kota Depok Supian Suri

Diskusi Depok Fenomena banjir yang kerap melanda beberapa ruas jalan di Kota Depok menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya Wali Kota Depok Supian Suri. Berdasarkan pengamatan lapangan dan laporan warga, wilayah yang berada di dekat sungai, saluran irigasi, dan jalur drainase utama merupakan titik paling rawan terhadap genangan air, banjir musiman, bahkan potensi longsor.

Wali Kota Depok Supian Suri menjelaskan, lokasi-lokasi yang paling terdampak antara lain jalur menuju Cipayung, sepanjang Sungai Krukut, serta beberapa jalan yang beririsan langsung dengan aliran sungai. Menurutnya, jalan-jalan ini memiliki risiko tinggi terputus atau rusak saat hujan deras mengguyur wilayah Depok. “Daerah rawan banjir pastinya berada di sekitar aliran sungai, irigasi-irigasi kita, ini yang menjadi titik mengkhawatirkan. Di situ ada jalan yang beririsan dengan jalur menuju Cipayung, sepanjang aliran sungai. Jalan-jalan ini tidak hanya rawan tergenang, tetapi juga rawan longsor,” ungkap Supian dalam konferensi pers di Balai Kota Depok, Kamis (30/10/2025).

Kondisi ini diperparah oleh intensitas curah hujan yang semakin tinggi, pola pembangunan perkotaan yang padat, serta masih terbatasnya kapasitas drainase di beberapa kawasan. Warga yang tinggal di dekat titik-titik rawan kerap mengeluhkan banjir yang mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk akses transportasi, kegiatan pendidikan, dan perdagangan lokal. Beberapa laporan menyebutkan bahwa kendaraan pribadi maupun angkutan umum terpaksa berhenti ketika jalan tergenang, sehingga memicu kemacetan panjang dan gangguan mobilitas masyarakat.

Untuk menanggapi permasalahan ini, Wali Kota Supian Suri meminta seluruh elemen masyarakat, mulai dari pihak kelurahan, RW, dan RT, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko banjir dan longsor. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan warga untuk memantau kondisi drainase, membersihkan saluran air dari sampah, dan melaporkan potensi titik genangan sedini mungkin. “Kami terus berikhtiar untuk menyelesaikan pekerjaan rumah di titik rawan banjir, meski ada keterbatasan pendanaan. Peran masyarakat sangat penting dalam menjaga lingkungan sekitar dan meminimalkan dampak bencana,” ujarnya.

Pemkot Depok sendiri telah mengalokasikan hampir Rp400 miliar pada tahun anggaran 2025 untuk perbaikan infrastruktur, termasuk revitalisasi drainase, normalisasi sungai, dan pembangunan tanggul pengaman di titik-titik rawan. Dari total anggaran tersebut, prioritas diberikan kepada daerah yang paling terdampak banjir dan berisiko longsor. Rencana jangka panjangnya mencakup pembangunan sistem drainase terpadu, penataan ulang bantaran sungai, serta program edukasi dan mitigasi bencana bagi warga.

Selain upaya fisik, Supian Suri menekankan bahwa kesiapsiagaan mental dan sosial warga juga penting. “Kesiapsiagaan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga ketangguhan mental, kesadaran warga, dan sinergi antarinstansi. Setiap banjir bisa diminimalisir dampaknya jika kita bekerja bersama, memiliki peringatan dini, dan tanggap terhadap potensi bahaya,” ujarnya.

Dalam konteks perkotaan, fenomena banjir yang terjadi di Depok bukan sekadar masalah lokal. Hal ini mencerminkan tantangan urbanisasi yang cepat, tekanan lingkungan akibat perubahan iklim, serta kebutuhan mendesak akan tata kelola air dan drainase yang lebih canggih. Pemerintah Kota Depok berkomitmen untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi, seperti penggunaan sensor air pintar, sistem peringatan dini banjir berbasis aplikasi, serta integrasi data curah hujan dan kondisi sungai untuk memprediksi titik-titik kritis.

Selain itu, Pemkot Depok juga menggandeng akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan praktisi lingkungan untuk merancang strategi mitigasi bencana jangka panjang. Program ini mencakup penanaman pohon di bantaran sungai, pembuatan embung mini untuk menahan debit air saat hujan deras, serta edukasi warga melalui pelatihan dan sosialisasi mitigasi risiko bencana.

Wali Kota Supian Suri menegaskan bahwa meskipun masalah banjir memerlukan waktu dan sumber daya untuk penanganan menyeluruh, langkah-langkah yang diambil Pemkot Depok adalah wujud komitmen nyata pemerintah terhadap keselamatan dan kenyamanan warga. Ia berharap kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya dapat menekan risiko banjir dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan di Depok secara berkelanjutan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.